Selasa, 22 Maret 2016

Hakikat Manusia



Hakikat Manusia
Manusia memiliki ciri khas yang secara prinsipil berbeda dengan hewan. Ciri khas manusia yang membedakannya dengan hewan terbentuk dari kumpulan terpadu (integrated) dari apa yang disebut sifat hakikat manusia. Disebut sifat hakikat manusia karena secara hakiki sifat tersebut  hanya dimiliki oleh manusia dan tidak terdapat pada hewan.
A.    Sifat Hakikat Manusia
Sifat hakikat manusia menjadi kajian filsafat antropologi, sebab pendidikan bukanlah sekedar praktek melainkan praktek yang berlandasan dan bertujuan. Sedangkan landasan dan tujuan itu sendiri sifatnya filosofis normatif, bersifat filosofis karena diperlukan kajian yang mendasar, sistematis dan universal tentang ciri hakikat manusia, normatif karena pendidikan mempunyai tugas untuk menumbuhkembangkan sifat hakikat manusia sebagai sesuatu yang bernilai luhur dan menjadi keharusan.
1.      Pengertian Sifat Hakekat Manusia.
Sifat hakekat manusia diartikan sebagai ciri yang karakteristik yang secara Panispal (bukan hanya gradual) membedakan manusia dengan hewan. Meskipun manusia dengan hewan banyak sekali persamaan dilihatdari segi biologisnya. Dan apabila kita lihat perbedaan manusia dengan hewan secara gradualnya yaitu : suatu perbedaan dengan melalui rekayasa – rekayasa dapat dibuat menjadi sama keadaanya.
a)      Kemampuan menyadari diri.
Di sinilah kita sudah jelas dapat membedakan diri manusia dengan hewan. Karena kita sebagai manusia telah dikaruniai akanl untuk memikirkan siapan manusia itu sendiri.
b)      Kemampuan berexistensi
Adanya kemampuan berexsistensi inilah yang membedakan manusia sebagai mahluk Human dari hewan selaku Infra Human dimana hewan menjadi onderdil terhadap lingkungan dan sedangkan manusia sebagai manejernya.
c)      Kata Hati (Eweten Concience Of Man)
Kata hati / Concience of man sering disebut dengan istilah hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati dan seterusnya. Concience adalah : pengertianyang ikut serta / pengertian yang mengikuti perbuatan.
d)     Moral
Yang disebut dengan moral atau juga sering disebut dengan etika, adalah perbuatan itu sendiri.
e)      Tanggung Jawab
Kesediaan untuk menanggung semua akibat atas yang dikerjakan oleh seseorang itu. Wujud tanggung jawab adalah :
1.      Tanggung jawab pada diri sendiri berarti menanggung tuntutan kata hati.
2.      Tanggung jawab kepada masyarakat berarti menggung semua aturan yang ditetapkan dalam masyarakat.
3.      Tanggung jawab kepada Sang Pencipta. Kepada TUHAN, apabilas seseorang telah melakukan dosa bahwa dia merasa dirinya memiliki kehilafan kepadanya.
f)       Rasa Kebebasan
 Bebas artinya berbuat sepanjang tidak bertentangan dengan tuntutan kodrat manusia.
g)      Kewajiban dan Hak
Tidak ada hak tanpa kewajiban karena untuk menuntut sesuatu maka tentu ada pihak lain yang berkewajiban untuk memenuhi hak tersebut.
h)      Kemampuan Menghayati Kebahagiaan.
Kebahagiaan merupakan penghayatan hidup karena kebahagiaan adalah suatu istilah yang lahir dari kehidupan manusia dengan kata lain kebahagiaan merupakan integrasi/rentetan dari sejumlah kesenangan, bahwa kebahagiaan tidak cukup digambarkan hanya terhimpun dari pengalaman-pengalaman yang menyenangkan. Ada 2 hal yang dapat dikembangkan agar kebahagiaan itu dapat di usahakan peningkatannya antara lain:
a. Kemampuan berusaha
b. Kemampuan menghayati hasil usaha dalam kaitannya dengan takdir
.
B.   Dimensi-dimensi Hakikat Manusia Serta Potensi, Keunikan dan Dinamikanya.
1.     Dimensi Keindividualan.
Dikatakan bahwa setiap individu bersifat unik (tidak ada tara dan bandingnya). Secara fisik mungkin bentuk muka sama tetapi terdapat perbedaan mengenai pandangannya. Contoh : Seseorang yang kembar identik memiliki karakter yang berbeda.
2.     Dimensi Kesosilan.
Setiap bagi yang lahir dikaruniai potensi sosialitas (M.J Langeveld, 1955) pernyataan tersebut diartikan bahwa setiap anak dikarunia benih kemungkinan untuk bergaul. Dengan adanya dorongan untuk bergaul, setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya. Contoh : Tetangga sangat berperan penting dalam hidup dan bermasyarakat.
3.     Dimensi Kesusilaan.
Prijarkara mengartikan manusia Susila sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai menghayati dan melaksanakan nilai-nilai tersebut dalam perbuatan. Nilai-nilai merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena mengandung makna kebaikan, keluhuran, kemuliaan dan sebagainya, sehingga dapat diyakini dan dijadikan pedoman dalam hidup. Contoh : Sesama makhluk harus saling menghormati dan menyayangi, mengikuti nilai kerukunan terhadap tetangga.
4.     Dimensi Keberagamaan.
Pada hakikatnya manusia adalah mahluk religius, diyakini dengan adanya kekuatan supranatural yang menguasai hidup alam semesta ini. Contoh : masyarakat dalam bertetangga  tetap mengontrol tetangga lain yang berbuatdiluar batas sehingga nilai keagamaan tetap terjaga.
Ø  Komentar, Ulasan, Tanggapan :  
Dari penjelaan diatas dapat disimpulkan bahwa manusia adalah mahluk yang paling mulia dan memiliki berbagai kelebihan serta memiliki tempat kedudukan yang paling tinggi apabila dibandingkan dengan mahluk lain (hewan), selain memiliki insting sebagaimana yang dimiliki hewan, manusia adalah mahluk yang memiliki beberapa kemampuan antara berfikir, rasa keindahan, perasaan batiniah, harapan, menciptakan dan lain lain. Manusia, selain mahluk instingtif manusia juga mampu berfikir (homo sapiens) mampu mengubah dan menciptakan segala sesuatu sesuai dengan rasa keindahan dan kebutuhan hidupnya. Lebih dari itu manusia adalah mahluk moral dan religius.
Ø  Sumber bacaan :
Tirtarahardja, Umar dan S. L. La Sulo.2008.Pengantar Pendidikan.Jakarta : PT Rineka Cipta

Pendidikan Yang Baik Di Sekolah Dasar



Pendidikan Yang Baik Di Sekolah Dasar
Perencanaan pendidikan yang baik. Pendidikan yang baik untuk sekolah dasar adalah pendidikan teknologi yang diseimbangkan dengan pendidikan karakter dan juga pendidikan akhlak. Perencanaan pendidikan yang dibutuhkan masyarakat masa depan adalah perencanaan yang didorong oleh pembangunan IPTEK dan didukung dengan pendidikan karakter yang baik. Maksudnya yaitu tujuan pembangunan nasional akan lebih dekat dan mendapat support dari masyarakat secara utuh. Dan selanjutnya dunia masa depan, era globalisasi sebagai abad informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi (IPTEK), yang akan mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia yang sedang menuju ke arah masyarakat industri. Perubahan masyarakat masa depan menuntut suatu visi pendidikan dan pelatihan yang jelas. Era teknologi komunikasi akan lebih mendekatkan manusia satu dengan yang lain, sehingga dinamika tersebut harus ditampung untuk lebih mensukseskan tercapainya tujuan pembangunan nasional. Visi strategis tersebut harus dapat mengarahkan proses perencanaan pendidikan dan pelatihan nasional, sehingga dengan demikian program-program pembangunan nasional yang diprioritaskan pada bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya yang akan di support oleh adanya Sumber Daya Manusia Indonesia yang cerdas dan terampil sesuai dengan kebutuhan masyarakat global tetapi tidak melupakan faktor moral ( akhlak ) yang dimiliki masyarakat.
Jadi menurut saya perencanaan pendidikan yang baik untuk sekolah dasar yakni pendidikan dengan mengembangkan IPTEK tanpa melupakan budaya ketimuran atau dengan pendidikan karakter yang mengiringinya. Sehingga perkembangan bangsa bisa berjalan dengan baik, pendidikan karakter dan pendidikan umum termasuk perkembangan iptek bisa berjalan secara simbang. Dengan demikian akan  menghasilkan Sumber Daya Manusia yang cerdas, terampil, dan berkarakter baik dan bisa membawa bangsa kearah yang lebih baik dan menjadi negara maju yang berkarakter baik dan kuat.
Pelaksanaan pendidikan yang baik. Dalam pelaksanaan perencanaan yang baik diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar tujuan dari perencanaan tersebut bisa tercapai. Pemerintah sebaiknya meratakan dan memfasilitasi agar perkembangan teknologi dapat maksimal. Orang tua, guru dan masyarakat dapat melakukan pengawasan disertai pendidikan karakter yang sesuai agar perkembangan teknologi yang terjadi dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga berdampak positif untuk perkembangan masyarakat terutama siswa sehingga nantinya dapat tercipta SDM yang berkualitas dan berkarakter. Orangtua dan guru sebagai contoh atau role model bagi siswa sehingga segala tingkah polahnya ditiru oleh anak ataupun siswa. Jadi dalam pendidikan karakter mereka yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik atau anaknya. Guru dan orang tua membantu membentuk watak anak. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru atau orangtua, cara guru atau orang tua berbicara, bagaimana guru atau orangtua bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya.
Hasil dari perencanaan dan pelaksanaan pendidikan yang baik. Dengan adanya perencanaan dan pelaksanaan yang baik diharapkan hasil yang baik pula yaitu sumber daya manusia yang cerdas, terampil, dan berkarakter baik, berakhlak mulia dan bisa membawa bangsa ke arah yang lebih baik dan menjadi negara maju yang berkarakter baik dan kuat. Sehingga bangsa dapat berkembang dengan pesat dan mudah mencapai segala hal yang menjadi tujuan.
Bahan ajar dan materi yang baik untuk anak sekolah dasar. Bahan ajar untuk anak sd sebaiknya bahan ajar yang menggunakan media pembelajaran yang memberikan contoh konkret atau contoh yang sebenanya, sehingga anak – anak dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka sehari – hari. Bahan ajar sebaiknya disesuaikan dengan kurikulum, karakteristik sasaran, tuntutan pemecahan masalah belajar. Bahan ajar yang menarik dapat membuat siswa dengan mudah memahami materi yang disampaikan. Komunikasi antara siswa dan guru juga dapat berjalan secara efektif dan interaksinya juga dapat terjalin dengan baik. Guru juga akan lebih kreatif untuk menciptakan bahan ajar baru yang tidak membosankan dan dapat sesuai dengan kondisi siswa maupun lingkungannya.
Lingkungan belajar yang baik. Lingkungan belajar yang nyaman memudahkan peserta didik untuk berkonsentrasi. Lingkungan tersebut harus memenuhi beberapa faktor yaitu keamanan, ketenangan, keakraban atau kekeluargaan.
Lingkungan keluarga : Cara mendidik orang tua (bersifat otoriter, liberal, dan demokrasi). Didikan dari orang tua juga sangat berpengaruh. Anak biasanya cenderung tidak mau belajar jika orang tuanya terlalu banyak menuntut. Jadi sebaiknya orangtua tidak terlalu mengekang dan menuntut anaknya, orangtua hanya perlu memberikan dukungan dan fasilitas yang diperlukan anak. Suasana keluarga yang harmonis dan dapat memberikan dukungan sepenuhnya kepada peserta didik sehingga siswa memiliki kemauan dan motivasi belajar yang tinggi. Keadaan ekonomi keluarga juga berpengaruh terhadapa motivasi belajar anak.
Lingkungan sekolah :  Di kelas sebaiknya kelas cukup besar dengan jumlah peserta didik yang tidak terlalu banyak sehingga guru dapat memonitor setiap peserta didik. Kelas yang baik dan produktif adalah kelas yang nyaman secara tata ruang, memunculkan motivasi internal peserta didik untuk belajar, kegiatan guru yang terarah serta kegiatan monitor terhadap peserta didik. Guru dapat meningkatkan kreativitas siswanya. Terdapat papan – papan yang berisi karya siswa yang tertempel pada dindidng kelas. Komunikasi yang baik antara siswa dan guru juga antara siswa dengan siswa lainnya sehingga rasa kekeluargaan yang terjalin bisa berjalan dengan harmonis dan murid bisa nyaman saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Lingkungan masyarakat : Kehidupan masyarakat di sekitar siswa juga berpengaruh terhadap belajar siswa, masyarakat yang terdiri dari orang tua yang terpelajar, penjudi, suka mencuri, dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik. Akan berpengaruh jelek kepada anak yang berada disekitarnya siswa berpengaruh ikut berbuat seperti yang dilakukan orang-orang disekitarnya. Akibatnya belajar terganggu dan siswa kehilangan semangat belajar karena perhatiannya semula terpusat kepada pelajaran. Akahirnya terpengaruh terhadap perbuatan yang selalu dilakukan orang-orang disekitarnya. Sebaliknya, jika di lingkungan masyarakat adalah orang-orang yang terpelajar, mereka mendidik dan menyekolahkan anak-anaknya dengan antusias dan cita-cita yang luhur agar supaya masa depan anaknya atau siswa terpengaruh dengan hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya. Masyarakat juga sebaiknya mendukung berbagai program yang bersifat mengembangkan siswa baik dalam bidang akademik maupun bidang non akademik (kreativitas).
Sumber belajar yang baik. Pada hakekatnya, alam semesta ini merupakan sumber belajar bagi manusia sepanjang massa termasuk berupa data, orang atau benda.
Dalam memilih sumber belajar harus memperhatikan kriteria sebagai berikut: (1) ekonomis: tidak harus terpatok pada harga yang mahal; (2) praktis: tidak memerlukan pengelolaan yang rumit, sulit dan langka; (3) mudah: dekat dan tersedia di sekitar lingkungan kita; (4) fleksibel: dapat dimanfaatkan untuk berbagai tujuan instruksional dan; (5) sesuai dengan tujuan: mendukung proses dan pencapaian tujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa.
Lingkungan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar terdiri dari : (1) lingkungan sosial dan (2) lingkungan fisik (alam). Lingkungan sosial dapat digunakan untuk memperdalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan sedangkan lingkungan alam dapat digunakan untuk mempelajari tentang gejala-gejala alam dan dapat menumbuhkan kesadaran peserta didik akan cinta alam dan partispasi dalam memlihara dan melestarikan alam.
Darimanapun sumber belajar siswa yang terpenting adalah sesuai dengan peserta didiknya sehingga materi yang disampaikan bisa terserap dengan baik oleh peserta didik.
Guru / Pendidik yang baik. Agar dapat menjadi guru yang baik maka pendidik harus memenuhi beberapa kriteria salah satunya adalah berhasil membuat siswanya mengerti dan memahami materi yang disampaikan sesuai dengan kemampuan peserta didiknya. Bersabar saat menghadapi peserta didiknya, bisa memotivasi siswa, disiplin dan kreatif, tidak membeda – bedakan peserta didik menurut kondisi ekonominya, tidak hanya bisa memberikan sanksi tetapi lebih baik memberikan penjelasan dan pemahaman kepada muridnya, sedangkan menurut Al Qur`an, seorang guru bukan hanya bisa memahami yang tanpak nyata, namun juga mampu memahami sebab di balik yang tampak itu. Dengan bahasa lain, seorang yang ideal adalah orang yang memiliki kebijaksanaan, di mana dia mampu mencari akar sebuah permasalahan.

Kriteria siswa yang baik, kriteria tersebut antara lain : Taat kepada Tuhannya rajin beribadah dan berdoa, di sekolah maupun di rumah, jujur, selalu bersikap optimis, berikap dinamis, disiplin, memiliki prioritas dan cita – cita, percaya diri, belajar dari keberhasilan orang lain, tidak mudah puas atas suatu keberhasilan, positif thinking, cermat/teliti, menganggap kegagalan awal suatu keberhasilan, instropeksi diri, mau menerima kritikan orang lain untuk kemajuan, menerapkan prinsip menghormati yang tua, sama besar diajak berkawan, dan yang kecil disayangi, bertutur dan bertingkah laku secara wajar sebagai seorang siswa, jangan seperti orang dewasa, usahakan untuk mematuhi segala aturan dan tata tertib sekolah maupun waktu belajar dengan ikhlas, suka membantu teman yang kesulitan belajar tanpa mengharap pamrih. Tidak mengharap untuk ditraktir, misalnya.
Waktu belajar yang baik :  
Saat anda bangun di pagi hari (Pukul 02.30- 04.00) : Ini adalah waktu yang paling ideal untuk belajar. Bahkan disebutkan bahwa daya serap materi belajar bisa mencapai 90%-100%.
Sore Hari : Sore hari setelah anda mandi merupakan waktu yang cocok juga untuk belajar. Bagi anda yang punya kebiasaan tidur siang, sore hari tentu badan anda akan kembali segar. Dengan kemungkinan daya serap materi pelajaran sekitar 60%-70%
Sebelum jam istirahat atau tidur sekitar (Pukul 20.00-22.00) : Rentang waktu ini juga masih dapat dimanfaatkan dengan baik untuk belajar. Daya serap anda pada materi pelajaran pada umumnya akan menurun pada jam-jam ini, yaitu hanya sekitar 20%-30%.
Belajar di waktu luang : Waktu luang yang spontanitas seperti itu bisa Anda manfaatkan untuk belajar lebih efektif. Sebab terkadang Anda memprogram atau mengatur jadwal belajar tetapi tidak efektif dengan beragam sebab
Cara / teknik belajar yang baik : Memberikan teknik belajar yang menyenangkan agar anak tidak mudah bosan dengan cara menyelipkan sedikit games atau permainan saat mengajar. Mengajarkan teknik memahami materi pembelajaran dari pada menghafalkan karena pemahaman akan bertahan lebih lama dari pada hafalan. Memberikan contoh konkrit dalam kehidupan sehari – hari yang berhubungan dengan materi pelajaran sehingga anak bisa mengidentifikasi pelajaran yang telah diperolehnya dari sekolah serta mampu memberikan contoh nyata bila di tanya oleh guruya. Teknik belajar kelompok, siswa dapat menyelesaikan masalah dengan cara berdiskusi dengan anggota kelompoknya, selain itu juga dapat menumbhkan keakraban siswa.
Pembentukan kompetensi atau kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baik : Lingkungan memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan berbagai sifat, sikap, perasaan, pemikiran, kompetensi atau kemampuan, pengetahuan, keterampilan, dan unsur psikologis lainnya. Manusia sejak lahir memiliki potensi untuk dikembangkan. Tugas pendidikan ini mengantarkan misi yang berpotensi kearah manusia yang seutuhnya yang diingikan, dengan mendayagunakan kesempatan dan sarana yang ada dalam lingkungan hidupnya. Lingkungan pendidikan pertama dan utama adalah keluarga yang merupakan lingkungan terpenting sampai anak mulai masuk sekolah. makin bertambah usia manusia, peranan sekolah dan masyarakat luas makin penting, namun peran keluarga tidak terputus.

Sabtu, 31 Januari 2015


FF [ Freelance] EXO Over Loving You



Over Loving You



Title    : Over Loving You
Author : Chonsaram_nuna (wp:davitalogy.blogspot.com)
Casts   :  Park Eun Gi (OC), Oh Sehun (Sehun Exo-K),
Xi Luhan (Luhan Exo-M)
Support cast : Park Chanyeol (Chanyeol Exo-K), Lee Gayoung
Genre : School life, Romance, Sad
Lenght : Chapters
Rating : PG-17
Disclaimer : FF ini karya pertamaku, jadi maaf atas typo yang bertebaran maupun alur yang agak abstrak. Cerita diambil dari pengalaman pribadi dan sedikit ter-inspirasi dari sebuah novel yang pernah saya baca. Cover and storyline milik saya pribadi, semua cast hanya milik Allah SWT saya hanya meminjamnya.
Summary : Akankah cinta pertamaku bisa menjadi cinta sejatiku nantinya??
Don’t be silent reader and RCL.
Happy Reading !!

Chapter 1
Hari pertama masuk sekolah baru “Seoul Junior High School” aku berharap ditahun pertama ku di JHS aku bisa mendapatkan banyak teman baru atau mungkin sahabat, semoga saja. ^_^
Sampai di halaman sekolah aku langsung mencari tempat untuk memarkir sepedaku, dan segera menuju papan pengumuman untuk melihat di kelas mana aku akan belajar. Belum sampai aku melangkah aku dikejutkan dengan kedatangan sebuah motor yang hampir menabrakku. Aku terdiam karena shock dan beberapa saat kemudian aku terpana melihat wajah di balik helm yang digunakan oleh pengendara itu.
“Maaf aku tidak sengaja apa kau baik- baik saja” katanya dengan  wajah datar yang mempesona bagiku, aku hanya mengangguk dan menatapnya cengo dengan mulut yang sedikit terbuka. Kemudian dia pergi begitu saja tanpa membantuku. Huuufftt ~_~
Aku bergegas melanjutkan langkahku menuju tujuan utamaku tadi. Setelah sampai aku langsung melihat daftar nama yang ada, disini Park Eun Gi kelas 7B. Aku langsung menuju kelas tersebut saat berjalan  menuju kelas aku merasa masih sangat sepi, belum banyak siswa yang datang benar saja karena sekarang masih pukul 06.20 aku tadi berangkat terlalu pagi saking bersemangatnya. Saat aku menengok kedalam kelas aku hanya menemukan seorang siswa namja yang duduk dengan wajah yang terselungkup diatas tumpukan tangannya di bangku paling belakang. Kemudian aku memutuskan untuk duduk di bangku no 2 dari depan. Suasanna sangat sunyi aku mencoba mengamati setiap sudut dari kelas ini sampai aku tak sadar kalau sudah ada yang duduk di bangku sebelahku, seorang gadis dengan rambut sangat panjang Lee Gayoung namanya tadi aku sempat berkenalan dengannya dan bangku di depanku  Cho Ahri dan Choi Jinri sepertinya mereka akan menjadi sahabatku nantinya.
Saat pulang sekolah aku berpisah dengan teman-teman baruku tadi dan aku maih tidak menyangka dengan kejadian tadi saat perkenalan.
Flashback
“Selamat pagi semua saya Han Ahreum wali kelas kalian sekarang saya akan memulai mengabsen kalian dan kalian akan memperkenalkan dari mana sekolah kalian berasal”. Ujar guru cantik itu
Byun Baekhyun..Cho Ahri....Choi Jinri...Kim Jongdae...Kim Jongin..Kim Minseok...Park Eun Gi...Oh Sehun..dst.
Aku menatap wajah mereka satu persatu saat nama- nama itu dipanggil dan perhatianku terhenti pada sosok laki- laki yang sedang memperkenalkan dirinya namanya Oh Sehun siswa pindahan dari Daegu, siswa yang tadi menabrakku dengan motornya.
Flashback end
Saat aku mengambil sepedaku aku melihatnya lewat di depanku menggunakan motor sport merahnya dan helm yang menutupi semua bagian wajahnya. Aku merasa sedikit kecewa dengan sikapnya, tapi aku tak tahu mengapa aku kecewa. Huh dasar Eun Gi aneh ucapku sambil tertawa kepada diriku sendiri.
Sebulan telah berlalu aku mulai akrab dengan semua teman di kelasku dan kelas tetangga, aku mejadi murid yang lumayan aktif di sekolah aku mengikuti berbagai ekskul agar aku bisa mendapat lebih banyak teman, dan tanpa kusadari pula aku menjadi gadis populer di sekolahku baik di kelas setingkatku maupun kelas senior. Itu yang dikatakan teman terdekatku Gayoung, dan katanya pula ada sunbae yang tertarik padaku namanya Xi Luhan kalau tidak salah. Dia juga menjadi sunbae di ekskul Kesiswaan (OSIS) yang aku ikuti, dia menjadi ketua dan aku menjadi sekretarisnya. Jadi tidak heran kalau aku sedikit mengenalnya.
Hari – hari disekolah seperti biasanya, menyenangkan dan juga menyebalkan. Kenapa aku bilang menyebalkan karena setiap hari aku di kerjai oleh Oh Sehun namja yang kusukai, namja yang ku kira baik hati dan cool itu ternyata sangat menyebalkan, setiap hari dia, Baekhyun dan juga Kai (Jongin) selalu mengerjaiku, entah itu menyembunyikan bukuku, tasku, menyuruhku untuk piket sendiri atau kejahilan lainnya yang tak pernah ada habisnya tapi pada akhirnya mereka yang akan mendapat teguran dan hukuman dari Chen (Jongdae) ketua kelas di kelasku sekaligus Wakil Ketua OSIS. Tapi sikapnya itu malah membuat aku merasa semakin dekat dan semakin mengenalnya meskipun saat yang di depannya aku menunjukkan sikap yang seolah – olah aku sangat membencinya tapi sebenarnya aku sangat menyukainya J.
================================TBC===============================